Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru-baru ini mengusulkan agar perayaan Lebaran Betawi 2026 dilaksanakan di Taman Lapangan Banteng, bukan di Monumen Nasional (Monas) seperti yang sudah menjadi kebiasaan selama ini. Usulan ini muncul seiring dengan proses renovasi Lapangan Banteng yang dinilai akan segera rampung dan terintegrasi dengan Gedung A.A. Maramis. Pramono percaya bahwa kawasan ini akan menjadi ruang publik yang ideal untuk menyelenggarakan acara besar yang melibatkan masyarakat Betawi.
Usulan Perayaan di Lapangan Banteng
Di acara Silaturahmi Akbar Kaum Betawi yang diadakan di Museum MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 15 Februari, Pramono menekankan pentingnya menjadikan Lapangan Banteng sebagai lokasi baru untuk Lebaran Betawi. “Lapangan Banteng sedang direnovasi dan akan terhubung dengan gedung A.A. Maramis. Tempatnya menjadi lebih luas dan nyaman,” ujarnya.
Lebaran Betawi adalah sebuah perayaan budaya tahunan yang diadakan di Jakarta, berfungsi sebagai ajang silaturahmi dan penguatan identitas masyarakat Betawi. Biasanya, acara ini berlangsung setelah Idulfitri dan dimeriahkan oleh berbagai kalangan masyarakat.
Tradisi yang Berlangsung di Monas
Dalam beberapa tahun terakhir, perayaan Lebaran Betawi selalu dilaksanakan di Monas. Acara tersebut diisi dengan berbagai kegiatan seperti kirab budaya, pertunjukan seni tradisional, bazar kuliner, dan doa bersama. Rangkaian acara biasanya dibuka dengan arak-arakan ondel-ondel, tanjidor, palang pintu, hingga penampilan lenong dan gambang kromong. Dengan adanya usulan untuk berpindah lokasi, Pramono berharap masyarakat Betawi bisa menjadi yang pertama memanfaatkan Lapangan Banteng setelah renovasi selesai.
Harapan untuk Kaum Betawi
Pramono mengungkapkan keinginannya agar masyarakat Betawi menjadi tuan rumah pertama di Lapangan Banteng. “Ini akan memberikan makna tersendiri. Saya percaya Lapangan Banteng akan berkembang menjadi ikon baru ke depan,” katanya. Selain itu, Pramono juga menekankan pentingnya peringatan haul ulama dan tokoh Betawi, yang menurutnya perlu diselenggarakan dengan melibatkan banyak warga.
“Kalau kita bisa mengumpulkan lebih dari 20-50 ribu orang di Monas untuk sholawatan bersama, itu adalah hal yang sangat berarti. Saya ingin kegiatan ini melibatkan Kaum Betawi,” tambahnya.
Persiapan Pemprov DKI
Pramono juga meminta agar jajaran Pemprov DKI, terutama Dinas Kebudayaan dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), serius dalam menyiapkan agenda tersebut. Dia menekankan bahwa peran Pemprov DKI harus optimal agar acara yang berkaitan dengan budaya Betawi tidak hanya menjadi seremonial belaka. “Mari kita persiapkan agenda ini dengan baik, dan Pemprov DKI Jakarta harus menjadi panitia utama,” ungkapnya.
Pramono pun mengungkapkan kekhawatirannya jika Monas hanya digunakan untuk kegiatan yang tidak melibatkan masyarakat Betawi. “Kenapa tidak kita sebagai pemilik tempat ini yang mengadakan acara di sini? Bahkan masyarakat Madura pun mengadakan salawatan di Monas, saya sangat mendukung itu,” ujarnya.
Agenda Menyambut Ramadan dan Lebaran Betawi
Ketua Majelis Adat Kaum Betawi, Fauzi Bowo (Foke), juga menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai agenda untuk menyambut Ramadan dan Lebaran Betawi. Foke mengungkapkan bahwa ada rencana untuk mengadakan buka puasa bersama dan tradisi andilan, yaitu pemotongan kerbau yang akan dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
“Kami juga merencanakan Lebaran Betawi sesuai dengan saran Pak Gubernur di Lapangan Banteng. Ini akan menjadi backdrop bersejarah yang berarti untuk kemajuan Kaum Betawi ke depan,” jelas Foke.
Insight Praktis
Sebagai masyarakat yang peduli akan budaya, kita bisa melihat usulan ini sebagai kesempatan untuk lebih mengenal dan merayakan identitas kita. Dengan berpindahnya lokasi ke Lapangan Banteng, ada harapan untuk menciptakan suasana yang lebih segar dan menarik bagi semua pihak. Mari kita dukung acara ini agar berlangsung dengan meriah dan penuh makna.
Kesimpulan
Usulan Gubernur Pramono Anung untuk menggelar Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng merupakan langkah yang menarik dan strategis. Dengan renovasi yang sedang berlangsung, Lapangan Banteng diharapkan bisa menjadi tempat yang representatif untuk merayakan budaya Betawi. Ini juga menjadi momen penting bagi masyarakat untuk memperkuat identitas dan silaturahmi. Mari kita sambut perayaan ini dengan semangat yang positif dan rasa bangga akan budaya kita.
➡️ Baca Juga: Ghea Indrawari Ungkap Dampak Media Sosial pada Cinta Lewat Lagu “1000x
➡️ Baca Juga: Martabak Mini Telur Kornet: Resep Praktis, Renyah Gurih untuk Camilan Keluarga
Rekomendasi Situs ➡️ Togel Online

